Senin, 23 Mei 2016

Teori S-R, AIDDA, & Bullet Theory

Teori S-R (Stimulus-Response), Teori AIDDA (Attention, Interest, Desire, Action) dan Bullet Theory (Teori Peluru). Teori ini terdapat pada teknik propaganda. Propaganda adalah komunikasi satu arah yang dilkakukan individ/institusi kepada khalayak. Propaganda sekarang telah kehilangan maknanya karna ditutupi oleh stigma negative .
Kembali lagi pada teori yang terdapat pada teknik propaganda yaitu :
a.   Teori S-R
Stimulus respon menjadi model komunikasi yang sangat dasar. Model ini mengansumsikan bahwa kata verbal, isyarat non verbal, gambar dan tindakan tertentu yang akan membuat seseorang memberikan respon dengan cara tertentu. Respon yang diberikan tergantung dengan stimulus yang diberikan atau karakteristik seseorang. Misalnya, saat A memberikan senyuman dan menyapa B dengan hangat, B akan memberikan respon yang positif. Ketika, A datang dengan wajah yang tidak bersahabat dan melotot, tentu respon B akan ketakutan.

b.   Teori AIDDA
Pertama adalah Attention (menaruh perhatian), yaitu tahapan dimana kita dapat membangkitkan perhatian khalayak dengan gaya bicara dan penampilan didepan mereka.
Kedua adalah Interest (minat), setelah perhatian kita berikan pada khalayak, mereka akan mulai tertarik dengan apa yang kita ucapkan.
Ketiga adalah Desire (keinginan), ketika khalayak mempunyai minat dengan apa yang kita ucapkan dan apa yang kita tampilkan, mereka akan mempunyai hasrat atau keinginan lebih ke tahap selanjutnya.
Keempat adalah Decision (keputusan), khalayak yang tertarik dengan apa yang kita bicarakan dan tampilkan, selanjutnya akan memutuskan untuk mengambil tindakan.
Kelima adalah Action (Tindakan), ketika 4 tahap yang diatas telah berhasil mempengaruhi khalayak, khalayak akan memberi tindakan dengan mengikuti dan menyetujui.
Contoh teori AIDDA: seseorang melihat tayangan iklan produk kecantikan di tv dengan model artis terkenal Indonesia, iklan ini memperkenalkan produknya yang mampu memutihkan wajah dan kulit wanita. wanita yang meilhat tayangan ini akan tergiur untuk membeli agar kulitnya menjadi putih. In fact, orang Indonesia mempunyai kulit dengan ciri khas sawo matang, bukan kulit putih.  
c.   Bullet Theory (teori Peluru)
Menurut Wilbur Schram, teori ini mengansumsikan bahwa media memiliki kekuatan yang sangat perkasa dan audience dianggap tidak berdaya. Penyampaian pesan pada teori ini adalah satu arah. Media masa sangat bisa memepengaruhi audience. Contohnya, ketika iklan air mineral pertama muncul yang bermerk Aqua, ini akan mempengaruhi asumsi mereka bahwa air mineral itu adalah Aqua.

Namun, 20 tahun kemudian teori ini dicabut karena, audience yang dianggap pasif tidak lah benar.

Monologika

     Monologika adalah ilmu tentang seni berbicara secara monolog, dimana hanya seseorang yang berbicara.
Contoh dari monologika adalah :
1.   Pidato. kegiatan berbicara di depan banyak orang. Tema yang dibawakan biasanya menyesuaikan dengan event yang ada. Pidato ini kegiatan yang mengajak audience untuk ikut menyetujui apa yang disampaikan.
2.   Deklamasi. kegiatan seni membacakan sesuatu hasil sastra yang berbentuk puisi dengan lagu/gerak tubuh sebagai alat bantu. Gerak yang dimaksud gerak alat bantu yang puitis, yang seirama dengan bacaan, gerak-gerik dan mimic. Orang yang melakukannya disebut deklamator.

3.   Puisi. bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengna bahasa yang terikat irama, rima, penyusuna lirik dan bait, serta penuh makna.

Sabtu, 21 Mei 2016

Hallo Effect

      Hallo Effect adalah penilaian atau kesan kita terhadap seseorang yang baru saja kita temui berdasarkan karakteristik tertentu. Pada hallo effect kita akan menyimpulkan karakter seseorang yang baru saja kita temui secara menyeluruh. Entah itu akan bersifat penilaian yang positif atau negative. Penilaian yang kita lakukan, tanpa disadari oleh kita. Ini lah letak kurang akuratnya hasil dari hallo efek. Kita tidak bisa menilai karakter seseorang hanya dengan pertemuan pertama, kita harus mengenalnya lebih dalam agar mengetahui secara detail.  
Contoh :
1.   si A memperkenalkan si B dengan si C. Pada perkenalan saat itu, si B kurang tertarik berkenalan dengan si C karena raut wajah si C terlihat sangat cuek.
2.   Si X dan Y mempunyai rencana akan bertemu di kafe pada pukul 1 siang, namun si Y datang terlambat 15 menit. Lalu, X menyimpulkan bahwa Y orang yang tidak tepat waktu.

Hal-hal yang seperti ini akan mempengaruhi mindset seseorang terhadap orang lain, walaupun pada kesan pertama saja. Alangkah baiknya, kita harus berfikir positif terhadap orang yang baru saja kita temui. Dan kita yang akan bertemu seseorang untuk pertama kalinya, ada baiknya membuat orang yang kita temui nyaman, enjoy dan tidak negative thinking dengan kita. Cukup dengan tersenyum, seseorang yang bertemu kita akan menilai positif. 

rasialisme

     Rasialisme adalah paham bahwa ras/suku diri sendiri lebih unggul daripada ras yang lainnya. Sikap rasialisme ini juga sikap yang kurang akan toleransinya. Rasialisme juga akan banyak menimbulkan konfilk dan perpecahan. Rasialisme lebih banyak membeda-bedakan ras sendiri dengan ras orang lain.


Contoh Realisme : rasialisme pernah terjadi dan terkenal di Indonesia adalah konfilk-rasialisme anti-Tionghoa, di mana di Indonesia pernah terjadi pembantaian besar-besaran terhadap ras Tionghoa yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Butuh perjuangan agar ras Tionghoa diterima.

Fanatisme

1.                 Fanatisme adalah keyakinan seseorang yang terlalu kuat/berlebihan terhadap hal apapun, baik dalam hal politik, agama dan yang lainnya. Hal-hal yang mereka anut secara berlebihan bisa sesuatu yang positif atau negative. Seseorang yang terlalu fanatic dengan sesuatu biasanya, pandangan mereka susah untuk di luruskan karena mendalamnya teori yang mereka anut. Fanatisme biasanya tidak memiliki pemikiran yang rasional sehingga akan menimbulkan perilaku anarkis. Fanatisme tidak memiliki sikap toleransi.
Contoh Fanatisme :
1.   Membunuh seseorang yang berbeda keyakinan dengan mereka
2.   Mengidolakan public figure secara berlebihan
3.   Kasus bom bunuh diri yang dilakukan oleh orang yang fanatic beragama
4.   Perang antar suku


Namun, dalam pandangan saya, sikap Fanatik tidak ada yang positif. Karena sesuatu yang berlebih-lebihan sangat tidak baik. Sikap fanatic ini akan menimbulkan konfilk dan perpecahan antar umat

Selasa, 17 Mei 2016

Stereotipe

     Stereotip adalah cara pandang terhadap suatu kelompok sosial dimana cara pandang tersebut digunakan pada setiap kelompok tersebut. Dr. Suciati, S.Sos, M.Si dalam bukunya yang berjudul "Psikologi Komunikasi"  mengatakan bahwa , Stereotipe adalah "Keyakinan terhadap suatu atribut seseorang yang biasanya mengarah kepada sifat atau kepribadian sekelompok orang. Stereotitpe muncul sebagai upaya untuk melakukan sebuah generalisasi dari sifat suatu kelompok tertentu". Jadi, stereotipe adalah gambaran kita yang seakan tidak berubah, karena umumnya orang sudah banyak mengatakannya. Banyak informasi yang kita terima melalui pihak kedua atau media. Sehingga kebanyakan dari kita mengikuti informasi yang bersifat umum. Stereotipe kadang bersifat negatif, atau positif.
contohnya :
 1. stereotipe pada etnis Jawa, orang-orang jawa asli biasanya bersifat pemalu, lamban, penurut dan tidak suka berterus terang 
 2. stereotipe pada gender, Pemimpin yang berhasil di Indonesia identik dengan laki-laki
 3. stereotipe pada pekerjaan, Tugas seorang perempuan adalah melayani suami dan mengurus rumah, bukan kerja kantoran.
 

ivory Template by Ipietoon Cute Blog Design